Profil Xavi Sang Maestro Tiki Taka Barca

profil xavi

Tiki taka adalah gaya permainan sepak bola ala Barcelona yang sempat mengguncang dunia bahkan auranya masih terasa hingga saat ini. Sedangkan salah satu pemain yang ikut andil dalam memasarkan adalah Xavi Hernandez. Maka dari itu, perlu dijelaskan profil Xavi supaya diketahui siapakah maestro yang satu ini dan apa perannya bagi Tiki Taka Barca.

Selain Pep Guardiola, Xavi Hernandez juga dianggap sebagai dedengkot-nya Tiki Taka. Bahkan ada yang mengatakan tanpa kehadiran pemain ini, teknik umpan satu dua jarak pendek ini tidak mungkin bisa berjalan dengan baik. Lalu siapakah sesungguhnya Xavi?

Profil Xavi Hernandes

Xavi memiliki nama kecil Xavier Hernandez i Creus yang lahir di Terrassa Spanyol pada tanggal 25 Januari 1980. Sedangkan ketertarikannya pada sepak bola dimulai saat usianya masih sangat belia. Karena bakatnya sudah terlihat maka pada saat usianya masih 11 tahun, orang tuanya pun memasukkan Xavi ke La Masia, salah satu akademi sepak bola milik Barcelona.

Karena terlalu sibuk dengan si kulit bundar, Xavi bisa terbilang terlambat menikah. Dia baru bisa mempersunting pacar tercintanya Nuria Cunillera pada tanggal 13 Juli 2013 di Convent de Blanes Girona. Acara pesta pernikahan yang dilangsungkan sangat mewah termasuk bulan madunya di pulau-pulau terindah Spanyol.

Xavi Hernandez dan Barcelona

Bisa dibilang Xavi adalah pemain Barcelona yang paling setia. Sebab, karirnya di sepak bola ia habiskan bersama El Blaugrana hingga gantung sepatu. Kini Xavi melatih klub Al Sadd karena beberapa saat yang lalu menyatakan pensiun dari klub yang bermarkas di Nou Camp Stadion.

Karier Xavi bersama Barca dimulai ketika masih bergabung dengan tim B La Masia. Sedangkan karier profesional bersama tim Barcelona senior dimulai pada tanggal 18 Agustus 1998 ketika El Barca bertarung melawan Real Mallorca. Sejak saat itu, Xavi tidak tergantikan. Bahkan sudah memainkan 673 pertandingan di semua kompetisi dengan total 82 gol dan 180 assist.

Xavi dan Tim Spanyol

Memiliki permainan yang terus berkembang, Xavi Hernandez pun berhasil masuk ke tim Nasional Spanyol. Bahkan kepemimpinannya di lapangan tengah membuat si pemain juga kadang didapuk untuk menjadi kapten tim. Ini yang menjadi alasan mengapa La Espana juga memiliki style permainan Tiki Taka ala Barca.

Prestasi Xavi Hernandez bersama Spanyol juga sangat mentereng. Bahkan, ia berhasil mengantarkan Sergio Ramos dkk meraih banyak gelar internasional yang bergengsi di antaranya Olimpiade 2000 dan World Cup 2006. Sedangkan penghargaan yang paling prestisius ketika berhasil memenangkan treble winners UEFA Euro 2008, World Cup 2010 dan UEFA Euro 2012.

Gaya Bermain Xavi

Xavi memiliki gaya bermain yang taktis dan memiliki daya jelajah yang tinggi. Kontrol bola dan akurasi passing cepat menjadi kelebihannya yang membuat striker sekelas Lionel Messi dan Neymar lebih mudah bermanuver di kotak penalti lawan.

Memang posturnya yang mungil dan sedikit tambun kurang proporsional sebagai pemain sepak bola. Namun visi membaca pertandingan yang bagus berhasil menutupinya. Bahkan, dengan posturnya tersebut, ia memiliki keseimbangan yang bagus untuk menghentikan bola dan mengumpan sambil berlari.

Xavi dan Piala Eropa 2008

Di laga Piala Eropa 2008 terdapat cerita tersendiri tentang Xavi Hernandez. Yaitu kesuksesannya menjadi pemain terbaik mengalahkan player sekelas Cristiano Ronaldo (Portugal), Andrea Pirlo (Italia), David Beckham (Inggris) dan Arjen Robben (Belanda). Luar biasanya, di event tersebut La Espana juga berhasil keluar sebagai juara.

Penghargaan ini memang layak disematkan kepada Xavi Hernandez. Pasalnya ia berhasil menjadi pengatur permainan terbaik, sekaligus bisa menjadi pemain terbersih di sepanjang kompetisi. Kepemimpinannya di lapangan yang bijak juga menjadi alasan selanjutnya.

Itulah profil Xavi yang dianggap layak dijadikan maskot Barcelona dan Spanyol. Apalagi pemain tampan ini cukup setia dan tidak berpindah ke klub lain sekalipun yang mengincarnya cukup banyak.

 

READ  Profil Manuel Neuer Si Penjaga Gawang Kebanggaan Jerman

You May Also Like

About the Author: awan kelabu